Jumat, 29 April 2011

Berburu Beasiswa Luar Negeri



Koordinator Liputan: Hardiyanti .
Reporter: Soegandi dan Tita .
Beasiswa luar negeri? Siapa yang tidak berminat, selain kita bisa mengenyam pendidikan di sana, kita juga mendapat pengalaman berharga untuk dapat mengenal dan berbaur dengan kultur dari Negara lain. Mendapatkan beasiwa merupakan dambaan setiap mahasiswa. Apalagi beasiswa luar negeri, tentunya hal ini adalah kesempatan langka yang sangat menggiurkan untuk dikejar. Biasanya beasiswa luar negeri umumnya didapatkan dengan jalan pertukaran pelajar dan melanjutkan studi di luar negeri. Beasiswa pertukaran pelajar biasanya diadakan antarpelajar dari universitas satu ke universitas yang mana mahasiswa tersebut akan menjalani proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, biasanya hanya sekitar 8 minggu atau 2.5 bulan. Sedangkan beasiswa luar negeri yang melanjutkan studi, ini adalah pendidikan seperti hal biasanya yang bertujuan untuk menamatkan pendidikan sehingga mendapatkan gelar yang diinginkan.
Banyak sumber informasi yang dapat diperoleh mengenai beasiswa luar negeri, yaitu dari instansi pendidikan maupun informasi dari lembaga swasta yang menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan di luar negeri. Beasiswa melalui lembaga swasta tidaklah sulit untuk didapat, dengan mengaskses situs http://www.io.its.ac.id/, misalnya, informasi mengenai beasiswa yang diinginkan terbentang luas. Lembaga swasta yang biasanya memberikan beasiswa luar negeri semacam ini salah satunya adalah Fulbright dari The American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF). Lembaga ini menawarkan beasiswa untuk studi di Amerika Serikat. Fokus utama dari Program Fulbright di Indonesia adalah untuk mempromosikan pemahaman bersama antara Indonesia dengan Amerika melalui jalur pendidikan dan beasiswa akademik. Beasiswa Fulbright tersedia untuk warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan kualifikasi yang ditentukan. Beasiswa STUNED (Studeren in Netherland) dari pemerintah Belanda juga layak untuk dilirik. Beasiswa ini baik diambil seusai menamatkan program S1 agar dapat melanjutkan Pasca Sarjana di universitas-universitas Belanda. Lainnya? Ada beasiswa JSPS General Exchange Program yang menawarkan pertukaran ilmuwan Indonesia-Jepang, buah kerjasama Japan Society for the Promotion of Science – Directorate General of Higher Education (JSPS-DGHE). Dan masih banyak lagi beasiswa lain dari lembaga swasta yang menyediakan beasiswa luar negeri.
Di kampus kita, Universitas Jambi, saat ini mengadakan kerjasama beasiswa luar negeri dengan IELSP (Indonesia English Language Study Program). Menurut Kabag Kemahasiswaan, Drs. Aprizal, M.M sebelumnya ada beberapa lembaga yang mengadakan kerjasama beasiswa luar negeri dengan Universitas Jambi akan tetapi berhubung kurangnya minat dan respon dari mahasiswa, kerjasama tersebut kandas ditengah jalan, sehingga sampai saat ini hanya satu beasiswa luar negeri yang masih bertahan yaitu IELSP. IESLP sendiri adalah program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di Universitas-universitas Amerika Serikat selama 8 minggu. IELSP terbuka untuk mahasiswa yang berumur 19-24 tahun dan masih aktif kuliah min tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi manapun di Indonesia dari berbagai jurusan. Pendaftar juga harus memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL, baik internasional atau TOEFL ITP, dengan skor minimal 450. Klik http://www.iief.or.id atau http://iie.org/ielsp untuk informasi lengkapnya. Selamat meng-apply!
Pengalaman Dosen
Delita Sartika S.s, M.Its adalah salah satu dosen yang sudah menempuh pendidikan di luar negeri dengan meneruskan pendidikan tingkat strata dua (S2) melalui beasiswa pendidikan luar negeri yakni Australia Government (AD), beliau mendapatkan pendidikan dan pengalaman gratis alias free. persiapan yang beliau lakukan sebelum mendapatkan beasiswa tersebut selalu browsing internet, mencari informasi kepada rekan kerja dan mempersiapkan bahasa inggrisnya. Beliau Senang sekali dan terus mengucap syukur kepada Allah, begitu mengetahui bahwa ia dinyatakan lulus untuk mendapat beasiswa AD. Beliau menempuh pendidikan di Monash University (Melbourne). “Perasaan senang, campur aduk, binggung, dan kesepian karena jauh dari keluarga” ungkap ibu Delita saat pertama kali berada di Negara asing yang baru saja didatanginya. Autrialia Government (AD) menyediakan fasilitas lengkap, dengan semua biaya hidup ditanggung AD. Mulai dari SPP, tunjangan hidup hingga Ansuransi Kesehatan.
Selama 3 tahun 8 bulan beliau menempuh pendidikan disana, proses pembelajaran disana berbeda dengan di Indonesia, disana beliau merasakan bagaimana kampus modern yang fasilitasnya lengkap, tenaga pendidik yang professional dan sudah berpengalaman, selain pengalaman pendidikan, ibu delita juga merasakan pengalaman sosial karena disana merupakan Negara yang multi ras dimana semua orang bisa bergaul dan berbaur dengan siapa saja atau bergaul dengan beragam ras. Selain mendapatkan pengalaman yang berharga, beliau juga mengalami kendala atau kesulitan ketika berada disana khususnya dalam belajar yang harus lebih ekstra dan sangat dilarang untuk bersifat plagiarisme. Tetapi untuk fasilitas muslim disana tidak sulit untuk mencarinya karena penduduk sudah terbiasa dengan kehidupan multi ras.
Lega sekali perasaan ibu delita setelah menyelesaikan pendidikannya di Monash University karena belajar disana dikategorikan cukup sulit sehingga harus lebih ekstra dan sungguh merasa lega dan bangga, saat belajar di sana belasan buku harus dibaca dalam beberapa minggu jadi ketika dinyatakan lulus menyelesaikan pendidikan tersebut sungguh merasa lega. Melalui pengalaman beliau, ia berbagi kiat lulusnya untuk mendapat beasiswa AD yakni Persiapan TOEFL dan IELTS harus menguasai dan selalu matang. Dengan motivasi harus bisa ke Negara lain yang berbahasa Inggris.
Yang berburu beasiswa luar negeri
Banyak orang yang berkeinginan untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Salah satunya dosen Universitas jambi Nelly Arif, S.Pd,M.Pd, beliau adalah dosen prodi bahasa Inggris yang akan mengurus beasiswa luar negeri yang mana ibu Nelly akan mencoba beasiswa Fullbright ke Negara tujuan Amerika Serikat. Informasi diperoleh dari search engine melalui internet, info-info dari kampus dan informasi tersebut didapat dari perorangan. Sedangkan persiapan yang harus dimantapkan yakni TOEFL,ITP, mempelajari culture Negara yang dituju dan persiapan wawancaraDan salah seorang mahasiswi Winda Januarista, dari prodi bahasa Inggris yang juga berburu beasiswa luar negeri, ia akan mencoba beasiswa ADS (Autralia Development Schrolarship) dengan Negara tujuan Australia. Informasi yang ia dapat juga melalui internet dan informasi dari universitas. Dan ia telah mempersiapkan TOEFL, mempelajari culture Negara yang dituju, ITP dan persiapan wawancara. . Untuk beasiswa yang didapat dari luar universitas maka kampus tidak memfasilitasi program beasiswa luar negeri tersebut, tetapi hanya memberikan surat izin dari kampus.
Tips mendapat beasiswa luar negeri
Yang perlu dilakukan tentu saja harus mempersiapkan diri secara matang dan yang utama adalah tentang kemampuan teman-teman dalam berkomunikasi dalam bahasa inggris juga tentang kemampuan personality (kepandaian) kalian. Tidak kalah penting adalah tentang sistem pendidikan di luar negeri. Hal ini HARUS anda tahu agar nantinya anda tidak 'gugup' dengan sistem diluar sana. Mari kita simak tips-tips tuk mengapai impian mendapat beasiswa luar negeri :
  • TOEFL anda sudah mencapai 450. Jika sudah anda dapatkan, peluang anda cukup besar. jika belum coba tingkatkan sampai 450. hampir semua beasiswa membutuhkan toefl minimal 450.
  • Kemudian, IPK layaknya di atas 3. jika ya, peluang anda mendapat beasiswa cukup besar. jika tidak, peluang anda juga tidak tertutup, ya coba tingkatkan hal-hal lain yg anda miliki, TOEFL dan CV misalnya.
  • Banyak pengalaman organisasi. Jika ya, ini cukup baik. jika tidak, tidak perlu takut, pengalaman organisasi kadang-kadang tidak terlalu dibutuhkan dalam mencari beasiswa.
  • Anda harus menyiapkan “statement of purpose”? jika ya, baik. tapi apakah anda yakin itu sudah cukup ampuh?? jika belum, lakukan sekarang juga. dan ingat bahwa statement of purpose sifatnya spesifik, artinya buat SoP utk yg berbeda / khusus utk setiap beasiswa yg anda lamar. Bisa mirip, tp jangan sama persis, okay!
  • anda sudah mengetahui atau menjatuhkan pilihan ke departemen / kampus yg anda tuju. pelajari sebanyak-banyak tentang kampus yg anda tuju. hubungi profesor di sana, hubungi alumni-alumni dari kampus tersebut, atau paling tidak hubungi alumni yg pernah tinggal di kota atau negara dimana kampus tersebut berada.
  • anda sudah membuat format CV yang sistematis? jika belum silakan lihat contoh-contohnya di internet. baiknya jika anda melihat contoh CV dari profesor-profesor, yg sistematis dan ringkas. CV juga memuat points of importance artinya tampilkan apa-apa saja yg penting.
  • jikaanda pernah gagal mendapatkan beasiswa? berapa kali? 1 kali, dua kali, tiga kali, … n kali? jangan khawatir! welcome to the club. Jadi anggap saja ini sebagai “kesuksesan yg tertunda”.
  • Be prepared and win the scholarship! (http://sautindo.wordpress.com)

3 komentar:

Unknown mengatakan...

bagaimana kita mau mengetahui tentang sistem dari universitas yang kita tuju sedangkan universitasnya ditentukan oleh pengelolah beasiswa?

Unknown mengatakan...

how could i know the system of a university over there as fa as i know the university would be made up by the fellowship?

Unknown mengatakan...

how could i know the cost life and education system there? as far as i know, the university would be made up the fellowship?